Minggu, 22 Maret 2015

karena aku, hampir saja lupa



Secerna kenangan muncul tiba tiba dalam fikiranku
Kenangan itu yang hampir saja aku lupa
Aku kembali teringat, mengapa hati ini perih setegah mati
Mengapa tubuh ini tidak bisa berdiri tegak lagi
Aku hampir saja lupa

Kenangan ini… yang aku ingat hanya perihnya
Aku hampir saja lupa
Bahwa kenangan yang aku punya
Tentunya juga milikmu
Kenangan yang aku simpan
Jug ada dalam ingatanmu
Kenangan yang aku punya
Juga punyamu…

Tapi, aku tidak akan lupa..
Aku tidak akan lupa pada kenyataan yang terppampang begitu jelass
Kenyataan bahwa kenangan itu tinggal kenagan
Kenyataan bahwa tidak akan ada lagi kenangan baru
Kenyataan bahwa sepenuhnya kamu tidak akan kembali pada  tubuh ini
Biarlah kenangan itu aku hapus
Biarkan ia tertumpuk oleh debu debu

Tertiup oleh angin lalu
Hilang dalam waktu
Karena apapun yang ada di dunia ini
Hanyalah fana belaka
Tapi, kita yang abadi.

-Belinda thania
Depok, 23 maret 2015 12.00 AM

karena aku, hampir saja lupa



Secerna kenangan muncul tiba tiba dalam fikiranku
Kenangan itu yang hampir saja aku lupa
Aku kembali teringat, mengapa hati ini perih setegah mati
Mengapa tubuh ini tidak bisa berdiri tegak lagi
Aku hampir saja lupa

Kenangan ini… yang aku ingat hanya perihnya
Aku hampir saja lupa
Bahwa kenangan yang aku punya
Tentunya juga milikmu
Kenangan yang aku simpan
Jug ada dalam ingatanmu
Kenangan yang aku punya
Juga punyamu…

Tapi, aku tidak akan lupa..
Aku tidak akan lupa pada kenyataan yang terppampang begitu jelass
Kenyataan bahwa kenangan itu tinggal kenagan
Kenyataan bahwa tidak akan ada lagi kenangan baru
Kenyataan bahwa sepenuhnya kamu tidak akan kembali pada  tubuh ini
Biarlah kenangan itu aku hapus
Biarkan ia tertumpuk oleh debu debu

Tertiup oleh angin lalu
Hilang dalam waktu
Karena apapun yang ada di dunia ini
Hanyalah fana belaka
Tapi, kita yang abadi.

Kamis, 26 Februari 2015

Jikalau kamu itu, Aku



Jikalau mimpi itu adalah bunga dari tidur, maka kamu adalah mawarku
Indah namun menyakitkan..

Jikalau kamu memang nyata, mengapa kini terasa fana?

Jikalau memang kamu itu bulan, maka akulah mataharimu.  Menggantikan sinarmu namun tak akan mampu bersanding denganmu

Jikalau kamu itu air maka aku adalah api, hanya bisa kau jumpai untuk kau musnahkan

Jikalau kamu itu adalah pelangi maka aku adalah hujan, yang muncul sebelummu namun tak akan pernah ikut mengagumi hadirmu

Jikalau kamu itu suara, maka akulah keheningan yang muncul setelah kamu pergi

Jikalau kamu itu bintang maka akulah malam yang selalu ditunggu oleh manusia hanya sekedar ingin melihatmu

Jikalau kamu itu ombak maka akulah batu karang yang hanya kau temui untuk kau hempaskan

Dan jikalau kamu itu aku, maka sudah kutemukan  kau menahan tangis karena pedihnya menunggu kasih yang tak kunjung sampai.

karya Belinda Thania Deslanthy
kamis, 26 februari 2015
Depok